Pages

Friday, January 30, 2015

Another Day

Dear, my man
I don’t have any idea that you would read my blog or not
But , since my heart begin so unpredictable, I decide to write again

You know what?
We can easily decide to stop caring each other, as easily we decided not to start anything

Sometimes , there is often a little behind every mysterious smile that look so compelled, yet it can’t be denied that there are only expensive ways to find out what happened behind that little one

In life , we start out knowing anything and end up knowing better. Yet, my love, in our love story I really don’t wanna start out anything by knowing much and end up by not knowing anything. Because as important until marriage ever after, when I am hoping you are my mahram, as my beloved husband, I hope that we will never stop loving each other as never to stop thanking each other

Another day…

Another day, another chance to cherish those who has cast his lot with mine
At one time I saw happiness as a destination, and a sought shortcut. Yet, since I know you, I see happiness as a road, and treasure its every bend

Ya...

Ya , birunya langit tak dapat menandingi perasaanku padamu sekarang
Dan , ya , teriknya matahari sebanding dengan sedih dan kecewaku bila perasaan ini tak bersambut sekarang
Karena , ya , aku sudah terperangkap dalam cerita cinta versi manusia sedunia sekarang

Kemudian , ya , aku mulai belajar memahami , mengerti , menerimamu seutuhnya
Walaupun , ya , cerita ini tak selalu indah , ada sedih , ada kecewa dan ada luka kecil yang saling kita sayat
Namun , ya , itu memang harus ada , membumbui kisah kasih kita berdua
Ya , kita indah karena warna warni yang telah kita buat

Sayangnya , ya , kecewa itu sakit , rasanya seperti membunuh separuh perasaan bahagia yang tertanam subur dalam jiwa
Ketika itu semua terjadi , ya , aku memang menitikkan air mata , membasahi keindahan yang kau berikan tiap harinya
Tapi , itu semua tidak merusak kisah kita wahai cinta , karena ya , itu menyegarkan , memberi kehidupan pada bunga-bunga hati yang ada kalanya bersemi untuk dipenghujung hari menjadi layu, tak seperti sedia kala

Ingatlah wahai cinta, di setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan
Seperti ada kebahagian di balik kesusahan
Dan akan selalu ada tawa setelah tangis terbawa , itu semua hukum alam yang dengan indahnya Tuhan ciptakan untuk manusia sedunia yang akan merasakanmu waha cinta
Itu semua harusnya telah dipelajari dengan benar bagi setiap hamba yang ingin merasakanmu , wahai cinta

Walaupun cinta selalu membisikkaan bahwa dia milikku , ya aku bahagia memang , namun , ya , dia masih bukan
Selama belum ada mahar yang diserahkan , dan belum ada akad yang diucapkan , ya , aku akan selalu merasa bahwa dia bisa pergi dariku
Setiap sakit yang kurasakan , mengingatkan aku kembali pada hal itu
Semoga sakit ini , sebanding dengan apa yang akan Tuhan berikan

Ya , bila sesakit ini , maka cintaku sebesar ini pula