Ya , birunya langit tak dapat menandingi perasaanku padamu sekarang
Dan , ya , teriknya matahari sebanding dengan sedih dan kecewaku bila
perasaan ini tak bersambut sekarang
Karena , ya , aku sudah terperangkap dalam cerita cinta versi manusia
sedunia sekarang
Kemudian , ya , aku mulai belajar memahami , mengerti , menerimamu
seutuhnya
Walaupun , ya , cerita ini tak selalu indah , ada sedih , ada kecewa
dan ada luka kecil yang saling kita sayat
Namun , ya , itu memang harus ada , membumbui kisah kasih kita berdua
Ya , kita indah karena warna warni yang telah kita buat
Sayangnya , ya , kecewa itu sakit , rasanya seperti membunuh separuh
perasaan bahagia yang tertanam subur dalam jiwa
Ketika itu semua terjadi , ya , aku memang menitikkan air mata , membasahi
keindahan yang kau berikan tiap harinya
Tapi , itu semua tidak merusak kisah kita wahai cinta , karena ya , itu
menyegarkan , memberi kehidupan pada bunga-bunga hati yang ada kalanya bersemi
untuk dipenghujung hari menjadi layu, tak seperti sedia kala
Ingatlah wahai cinta, di setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan
Seperti ada kebahagian di balik kesusahan
Dan akan selalu ada tawa setelah tangis terbawa , itu semua hukum alam
yang dengan indahnya Tuhan ciptakan untuk manusia sedunia yang akan merasakanmu
waha cinta
Itu semua harusnya telah dipelajari dengan benar bagi setiap hamba yang
ingin merasakanmu , wahai cinta
Walaupun cinta selalu membisikkaan bahwa dia milikku , ya aku bahagia
memang , namun , ya , dia masih bukan
Selama belum ada mahar yang diserahkan , dan belum ada akad yang
diucapkan , ya , aku akan selalu merasa bahwa dia bisa pergi dariku
Setiap sakit yang kurasakan , mengingatkan aku kembali pada hal itu
Semoga sakit ini , sebanding dengan apa yang akan Tuhan berikan
Ya , bila sesakit ini , maka cintaku
sebesar ini pula
No comments:
Post a Comment